Oleh: PID Sulsel | 16 Desember 2008

PEMBUBARAN MAPALA

ya….mau gimana lagi,,,klo mmg hasil pembicaraan Forum Rektor yang berkomentar tentang pembubaran Mapala adalah suatu solusi yang dianggap memberikan keamanan bagi kampus kenapa tidak Mapala harus “dibubarkan”. Memang kenyataan yang terjadi selama ini Mapala memang belum memberikan manfaat bagi kampu dan masyarakat. Malahan yang timbul adalah persepsi yang buruk belakangan ini. Mungkin hal yang paling penting dan harus kita lakukan adalah bagaimana mambangun citra yang baru untuk menutupi masa lalu.

Gambaran yang paling nyata dan masyarakat melihat dengan jelas adalah Kasus Pembubaran Mapala Unismu, Kerusuhan Umi, Pembubaran Mapala 45 menjadi patokan dan senjata bagi pihak lain untuk membubarkan Mapala.

Disisi lain Mapala ahur-ahur ini nampak tidak kuat dalam menghadapi berbagai permasalahn yang kerap timbul dalam kampus utamnya dalam menyelesaikan konflik internal kampus maupun eksternal kampus.

Oleh: PID Sulsel | 15 Desember 2008

MAPALA SIAGA BENCANA

INTENSITAS HUJAN MENINGKAT, MAPALA MAKASSAR SIAGA
Sabtu, 06 Desember 2008 21:29
Makassar, 6/12 (ANTARA) – Kelompok Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) sejumlah perguruan tinggi di Makassar bersiaga penuh berkenaan dengan musim hujan yang intensitasnya mulai meningkat pada Desember ini.
Koordinator Tim Penyelamatan Organisasi Mapala se-Makassar, Muhammad Fadli Alim, mengatakan di Makassar, Sabtu, penyiagaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan jatuhnya korban akibat banjir maupun tanah longsor.
“Berdasarkan pengalaman, pada akhir tahun di saat hujan makin meningkat, sejumlah wilayah di Sulsel terkena banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Terlebih, katanya, beberapa kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan berlangsung pada bulan Desember ini, antara lain Idul Adha, Natal, dan malam Tahun Baru.
Ia mencontohkan, pada perayaan Idul Adha sejumlah penduduk di sekitar kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulsel, melakukan ritual mendaki dan melaksanakan shalat Id di puncak gunung.
Padahal, setiap tahun, cuaca bulan Desember sangat tidak bersahabat, dan tidak bisa diprediksi keadaannya sehingga memungkinkan jatuhnya korban jiwa.

Pada tahun 2008 ini saja, tercatat di Gunung Bawakaraeng telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan enam jiwa melayang, sementara dua orang tewas terseret di kawasan Pemandian Wisata Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel.
Untuk itu sejumlah Mapala telah melakukan persiapan dengan latihan bersama dan menyiapkan alat-alat operasional penyelamatan standar tinggi.
Bulan lalu, tim yang terdiri atas ratusan personil itu telah melakukan sejumlah pelatihan, antara lain pelatihan SAR, operasi penyelematan di gua, dan operasi penyelamatan di pegunungan.

Mapala yang tergabung dalam Tim Penyelematan tersebut antara lain Mapala Politeknik Ujung Pandang, Fakultas Sastra Universitas Hasanudin (Unhas), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Nitro, dan Mapala Universitas Fajar.***6***
(T.PK-AAT/B/H-KWR/H-KWR) 06-12-2008 20:15:52

Oleh: PID Sulsel | 15 Desember 2008

ANOA PEGUNUNGAN LATIMOJONG

Senin 1 Desember 2008 tim Ekspedisi ANOA LATIMOJONG yang terdiri dari METRO EXPEDITION(METRO TV) ditemani oleh OMEL Mapala Politeknik Neg. Ujung pandang dan Iping Mapala UNIFA Makassar. Pagi jam 5 subuh tim kami beranggotakan 6 orang berangakat dari Kampus UNIFA dengan mengendarai Mobil Metro TV menuju Kab. Enrekang Kec. Bungin. Perjalanan ditempuh kurang lebi 8 jam dengan melewati jalanan yang banyak berkelok dan berbatu. Sesampai di Kec. Bungin tim langsung berangkat menuju kedesa Sawitto, Dusun Kata’bi yang dengan jarak 12 km yang ditempuh dengan berjalan kaki.

Didusun Kata’bi menginap dirumah Pak Dusun(SArimin), malam hari kita banyak kedatangan tamu-tamu/masyarakat setempat. Karena kondisi medan yang belum kita ketahui terutama tempat Anoa biasa berkeliaran. Tim kami membutuhkan 6 orang Porter untuk mengantar sekaligus membawakan barang utamanya alat syuting.

Rabu tanggl 3 Desember
Tim berangkat menuju lokasi Anoa, hutan yang dilewati sangat lebat dan disepanjang jalan sangat banyak rotan yang siap merobek kulit kita. Perjalanan dengan penduduk sangat mengasikkan karena sepanjang perjalanan banyak bercanda dan bercerita tentang hutan dan mistik-mistiknya. Perjalanan yang seharusnya ditempuh hanya dengan satu hari menjadi terkendala karena kaki salah satu Crew Metro Xpedition agak sedikit terkilir. Jam 5 sore lokasi yang akan kita tuju masing sangat jauh(kurang lebih 4 jam). Karena kondisi fisik juga sudah mulai menurun. Dengan ditemani porter kami terpaksa harus menginap dipertengahan jalan.

Malam hari ada kebiasaan masyarakat setempat yang harus dilaksaakan bila sedang memasuki hutan. apalagi jika sedang berburu anoa. Kebiasaan yang dilakukan adalah memotong ayam, hal ini dilakukan bertujuan untuk berkah dan keselamatan semua tim dalam hutan. Keesokan harinya kita kembali akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi dengan tanjakan yang semakin curam. Namun sebelum tim berangakat, 3 orang porter jalan duluan untuk langsung menuju lokasi dimana anoa berada. Setelah tim sampai dilokasi/camp terahir, kita langsung melakukan pengambilan gambar anoa.

Oleh: PID Sulsel | 12 Desember 2008

USULAN OMEL

Sekarang,,,yang harus dilakukan anak MAPALA MAKASSAR adalah :
1. Sering kumpul untuk diskusi membicarakan persoalan yang kompleks untuk disederhanakan.
2. Buat lagi kegiatan bersama yang dapat memberikan rasa kebersamaan
3. Tunjuk 1 PID yang bersiap gantikan MAPALA UMI (tidak akan maksimal PID jika MAPALA UMI dengan persoalan yang ada sekarang.
4. Segera buat forum dialog untuk yang menghadirkan FORUM REKTOR “KONSEKWENSI” MAPALA HARUS BERUBah, Produktif. Bermanfaat bagi….semua orang
5. KOMPAKKKKKKKKKKK………………!!!!!!!!!!!!!

Oleh: PID Sulsel | 12 Desember 2008

SEBUAH TANYA

Sebuah Tanya

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
Di bawah ini ada sebuah puisi Gie yang kita tak tahu judulnya. kiranya ada yang tahu, sila lah berbagi info pada kami.

(Puisi Gie)

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”

Oleh: PID Sulsel | 12 Desember 2008

NAIK GUNUNG BUKAN SOLUSI

ASS.Salam lestari kawan2ku sekalian. Maaf, dengan ini sangat lancang dalam memberikan komentar. Ahir2 ini rasanya lain dari hari2 sebelumnya jika mendengar kata Mapala. Yang ada dalam benak bukan lagi suatu kebersamaan dan kesamaan. Hal yang paling mendasar adalah masalah Mapala UMI dan Unismuh. Mengherankan, yang terjadi adalah anak mapala sama sekali tidak dapat memberikan solusi dalam permasalahan ini. Contoh saja, Mapala UMI yang sblumnya ditunjuk sebagai PID SULSEL sdg dalam masalah. Kok,,,,kenapa sampai skr blm ada SOLUSI. Apakah kita semu lari dari kenyataan dan bersembunyi di GUNUNG, TEBING, GUA…???. Sekali lagi saya berharap teman2 Mapala dr berbagai Organisasi yang slm ini katanya jago2 tlg ini diselesaikan segera. NAIK GUNUNG BUKAN SOLUSI, (OMEL)

Oleh: PID Sulsel | 12 Desember 2008

tentang pengelolah

Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua teman-teman Mapala Indonesia, terutama anggota Mapala UMI yang menjadi PID Sulsel.

saat membuka website Mapalainfo.com terus mencari tautan ke PID Sulsel ternyata kosong. Singkatnya, Azis (Mapala Unifa) dan Omel (Mapala Poltek UP) berniat mengolah web tautan ini. Apakah lancang? silahkan komentari kami.

Oleh: PID Sulsel | 12 Desember 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori